Teh Kesehatan Archives

Apa benar teh bermanfaat?

Di tengah maraknya buku-buku kesehatan yang bisa kita temukan di toko buku, kami hendak membuat website ini guna menambah wawasan dari masyarkat indonesia dalam memahami lebih baik apa sih kaitan antara teh dengan kesehatan atau bisa disederhanakan menjadi manfaat teh. Teh memang identik dengan minuman kesehatan, maka dari itu akhirnya dengan minum teh maka secara tidak langsung kita sudah mempraktekan gaya hidup sehat.

manfaat teh

manfaat teh

Berdasarkan informasi yang saya kumpulkan manfaat daun teh mengandung flavonoid yang juga disebut sebagai polifenol. Nah polifenol ini adalah antioksidan yang mempunyai level kekuatan lebih tinggi dari vitamin C dan vitamin E pada umumnya. Manfaat dari polifenol adalah untuk mencegah radikal bebas dan menghentikan  perkembangbiakan sel-sel liar (kanker). Dan yang terpenting untuk mendapatkan manfaat teh yang berkhasiat sebagai antioksidan ini dianjurkan supaya kita menyeduh teh dalam air dengan suhu sekitar 70-80 ^celcius selama 8-12 menit, dan dikonsumsi selagi hangat dan bukan panas.

Sebagai fungsi antioksidan polifenol ini bisa mencegah radikal bebas sehingga bisa mengurangi kerusakan sel sehingga proses penuaan dini dapat dicegah. Oleh sebab itu, manfaat teh yang lainnya adalah disebut sebagai minuman pengulur usia. Dari penelitian terhadap para manula di Belanda didapat bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung (terutama) menurun seiring dengan kebiasaaan mereka menkonsumsi minuman teh. Manfaat teh lainnya adalah  dapat menghambat penumpukan plak di arteri sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner, dengan kata lain bahwa para peminum teh mendapat manfaat mempunyai arteri yang lebih muda alias tidak rapuh. Kaitan dari arteri yang rapuh adalah dapat menyebabkan penumpukan kolesterol yang dapat menyumbat pembuluh darah. Manfaat teh sebagai sumber antioksidan memang sama besarnya dengan khasiat anggur merah, yang menjadikan poin plus buat teh adalah kita bisa mendapatkan banyak antioksidan tanpa adanya unsur alkohol.

Untuk konsumsi dari teh yang memadai untuk mendapatkan manfaat teh yang optimal yah sekitar 2 cangkir per hari sudah cukup untuk kita bisa memperoleh kadar positif dari antioksidan. So selamat menjadikan teh sebagai minuman keluarga dan juga merasakan manfaat teh.

Teh dan Anemia

Teh dan Anemia

Minuman Teh seringkali diasumsikan sebagai minuman yang dapat menyebabkan anemia atau penyakit yang berkaitan dengan kekurangan darah. Teh dianggap mampu menyerap sari makanan dan zat besi yang membentuk sel-sel darah merah. Apa benar demikian? Coba kita lihat.

Hal ini tidak terlepas dari peranan tanin (senyawa kompleks yang merupakan bagian dari polyphenol) yang terdapat dalam kandungan teh. Senyawa ini sering dihubungkan dengan pemberi rasa pada minuman (terutama pada wine) dan teh yang berfungsi sebagai ‘astrigent’. Ketika diseduh, maka muncul aroma yang khas sebagai pembawa dari salah satu sifat dari tanin yang berasal dari katekin serta flavonoid lain yang terdapat pada teh. Ketika menyatu, zat besi yang ada pada sari makanan dan tanin akan membentuk ikatan kompleks yang tidak larut pada sistim pencernaan, akibatnya zat besi tidak mudah diserap dan akan dikeluarkan tubuh dalam bentuk feses (tinja). Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya anemia.
Masalah anemia sebetulnya mbukan masalah sederhana. Anemia seringkali dihubungkan dengan kelainan pada sistem metabolisme tubuh. Dengan kata lain, anemia lebih sering berkaitan dengan orang yang memiliki masalah atau kekurangan nutrisi yang biasa disebut sebagai kelompok iron deficiency anemia (IDA).

Pada saat makan, maka sari-sari makanan akan menjadi sumber zat besi yang berperan dalam membentuk sel darah merah, terutama haemoglobin. Inilah sumbangan terpenting zat besi pada tubuh. Sebagaimana dijelaskan, bahwa bila zat besi bercampur dengan tanin akan membentuk ikatan kompleks yang tidak mudah dicerna. Zat besi kemudian ikut terbuang keluar melalui feses. Bila hal ini berlangsung lama, maka tubuh akan mengalami kekurangan zat besi dan nutrisi. Kondisi inilah yang biasa memicu anemia dan dikategorikan sebagai iron defisiency anemia.

Sumber:  Prawoto Indarto, Real Tea Real Health.