Manfaat Teh Hijau Vs Teh Hitam
Kontroversi mengenai mana yang lebih baik antara teh hijau dan teh hitam terus berkembang. Bagaimana manfaat teh untuk kedua jenis ini?? Pengertian ‘lebih baik’ ini secara lebih sempit diarahkan dalam konteks teh sebagai minuman kesehatan. Dalam kaitan ini, bila kita mengambil teori positioning, maka teh hijau memiliki peluang lebih besar bertengger dalam benak prospek sebagai minuman kesehatan. Meskipun bukti-bukti penelitian terbaru mulai mengungkapkan bahwa teh hitam juga memiliki potensi manfaat teh unggul yang tidak kalah dibandingkan manfaat teh yang dimiliki teh hijau.
Minuman teh memang sedang naik daun. Di beberapa kota besar, kafe-kafe teh sedang mulai tumbuh sebagai refleksi gaya hidup sehat pada sebagian masyarakat perkotaan. Bahkan di jakarta ada sebuah kafe teh yang mengklaim memiliki 200 varian teh yang bisa dinikmati oleh para konsumen. Tidak hanya kafe teh yang banyak tumbuh, namun juga produk teh kemasan siap saji yang sering disebut sebagai produk Ready To Drink (RTD) sekarang mulai banyak dijumpai di pasaran. Uniknya, kembanyakan produk RTD tersebut merupakan produk dengan basis teh Hijau.
Di industri teh, juga mulai tampak terjadi peningkatan volume teh hijau, baik untuk pasar lokal maupun global. Memang dari sisi cost operations, memproduksi teh hijau tampak lebih menguntungkan daripada memproduksi teh hitam. Selain proses produksi teh hijau jauh lebih sederhana dan lebih cepat dibandingkan dengan proses produksi teh hitam, teh hijau bisa dijual lebih mahal dibandingkan produk teh sejenis yang beredar di pasaran. Semua ini tidak terlepas dari positioning teh hijau sebagai teh kesehatan.
Pada sebagian masyarakat peminum teh hitam seperti di Eropa dn Amerika, kini terjadi gejala switching brand dari teh hitam ke teh hijau. Bila dulu masyarakat Eropa dan Amerika merupakan konsumen utama bagi produk teh hitam, karena pengaruh aroma dan cita rasa teh hitam yang banyak memikat, kini dengan benefit product teh hijau sebagai minuman kesehatan, secara perlahan teh hijau mulai menggeser dominasi teh hitam. Ini bisa diperlihatkan dengan menurunnya jumlah konsumsi teh hitam di masyarakat dunia. Sampai dengan tahun 90′an konsumsi masyarakat dunia pada teh hitam masih sekitar 80% namun kini tinggal 69%.
Gencarnya publikasi teh hijau sebagai teh kesehatan, telah banyak memberi pengaruh dan mendorong perubahan persepsi dan konsumsi di masyarakat Eropa dan Amerika dari teh hitam ke teh hijau. Sebagai gambaran pada tahun 2004, ada sekitar 1.000 penelitian mengenai teh hijau, selain itu ada sekitar 400 penelitian yang dipublikasikan dan semua berkaitan dengan manfaat teh hijau sebagai minuman teh kesehatan.
Dengan benefit product tersebut, teh hijau memiliki potensi daya jual lebih mahal daripada teh sejenis yang beredar di pasaran.

