Teh dan Anemia
Minuman Teh seringkali diasumsikan sebagai minuman yang dapat menyebabkan anemia atau penyakit yang berkaitan dengan kekurangan darah. Teh dianggap mampu menyerap sari makanan dan zat besi yang membentuk sel-sel darah merah. Apa benar demikian? Coba kita lihat.
Hal ini tidak terlepas dari peranan tanin (senyawa kompleks yang merupakan bagian dari polyphenol) yang terdapat dalam kandungan teh. Senyawa ini sering dihubungkan dengan pemberi rasa pada minuman (terutama pada wine) dan teh yang berfungsi sebagai ‘astrigent’. Ketika diseduh, maka muncul aroma yang khas sebagai pembawa dari salah satu sifat dari tanin yang berasal dari katekin serta flavonoid lain yang terdapat pada teh. Ketika menyatu, zat besi yang ada pada sari makanan dan tanin akan membentuk ikatan kompleks yang tidak larut pada sistim pencernaan, akibatnya zat besi tidak mudah diserap dan akan dikeluarkan tubuh dalam bentuk feses (tinja). Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya anemia.
Masalah anemia sebetulnya mbukan masalah sederhana. Anemia seringkali dihubungkan dengan kelainan pada sistem metabolisme tubuh. Dengan kata lain, anemia lebih sering berkaitan dengan orang yang memiliki masalah atau kekurangan nutrisi yang biasa disebut sebagai kelompok iron deficiency anemia (IDA).
Pada saat makan, maka sari-sari makanan akan menjadi sumber zat besi yang berperan dalam membentuk sel darah merah, terutama haemoglobin. Inilah sumbangan terpenting zat besi pada tubuh. Sebagaimana dijelaskan, bahwa bila zat besi bercampur dengan tanin akan membentuk ikatan kompleks yang tidak mudah dicerna. Zat besi kemudian ikut terbuang keluar melalui feses. Bila hal ini berlangsung lama, maka tubuh akan mengalami kekurangan zat besi dan nutrisi. Kondisi inilah yang biasa memicu anemia dan dikategorikan sebagai iron defisiency anemia.
Sumber: Prawoto Indarto, Real Tea Real Health.
Tagged with: Teh dan Anemia
Filed under: Fakta Teh • Teh Kesehatan
Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!

