Thursday, May 20th, 2010 at
8:34 am
Kontroversi mengenai mana yang lebih baik antara teh hijau dan teh hitam terus berkembang. Bagaimana manfaat teh untuk kedua jenis ini?? Pengertian ‘lebih baik’ ini secara lebih sempit diarahkan dalam konteks teh sebagai minuman kesehatan. Dalam kaitan ini, bila kita mengambil teori positioning, maka teh hijau memiliki peluang lebih besar bertengger dalam benak prospek sebagai minuman kesehatan. Meskipun bukti-bukti penelitian terbaru mulai mengungkapkan bahwa teh hitam juga memiliki potensi manfaat teh unggul yang tidak kalah dibandingkan manfaat teh yang dimiliki teh hijau.
Minuman teh memang sedang naik daun. Di beberapa kota besar, kafe-kafe teh sedang mulai tumbuh sebagai refleksi gaya hidup sehat pada sebagian masyarakat perkotaan. Bahkan di jakarta ada sebuah kafe teh yang mengklaim memiliki 200 varian teh yang bisa dinikmati oleh para konsumen. Tidak hanya kafe teh yang banyak tumbuh, namun juga produk teh kemasan siap saji yang sering disebut sebagai produk Ready To Drink (RTD) sekarang mulai banyak dijumpai di pasaran. Uniknya, kembanyakan produk RTD tersebut merupakan produk dengan basis teh Hijau.
Di industri teh, juga mulai tampak terjadi peningkatan volume teh hijau, baik untuk pasar lokal maupun global. Memang dari sisi cost operations, memproduksi teh hijau tampak lebih menguntungkan daripada memproduksi teh hitam. Selain proses produksi teh hijau jauh lebih sederhana dan lebih cepat dibandingkan dengan proses produksi teh hitam, teh hijau bisa dijual lebih mahal dibandingkan produk teh sejenis yang beredar di pasaran. Semua ini tidak terlepas dari positioning teh hijau sebagai teh kesehatan.
Pada sebagian masyarakat peminum teh hitam seperti di Eropa dn Amerika, kini terjadi gejala switching brand dari teh hitam ke teh hijau. Bila dulu masyarakat Eropa dan Amerika merupakan konsumen utama bagi produk teh hitam, karena pengaruh aroma dan cita rasa teh hitam yang banyak memikat, kini dengan benefit product teh hijau sebagai minuman kesehatan, secara perlahan teh hijau mulai menggeser dominasi teh hitam. Ini bisa diperlihatkan dengan menurunnya jumlah konsumsi teh hitam di masyarakat dunia. Sampai dengan tahun 90′an konsumsi masyarakat dunia pada teh hitam masih sekitar 80% namun kini tinggal 69%.
Gencarnya publikasi teh hijau sebagai teh kesehatan, telah banyak memberi pengaruh dan mendorong perubahan persepsi dan konsumsi di masyarakat Eropa dan Amerika dari teh hitam ke teh hijau. Sebagai gambaran pada tahun 2004, ada sekitar 1.000 penelitian mengenai teh hijau, selain itu ada sekitar 400 penelitian yang dipublikasikan dan semua berkaitan dengan manfaat teh hijau sebagai minuman teh kesehatan.
Dengan benefit product tersebut, teh hijau memiliki potensi daya jual lebih mahal daripada teh sejenis yang beredar di pasaran.
Wednesday, March 3rd, 2010 at
4:53 pm
Di tengah maraknya buku-buku kesehatan yang bisa kita temukan di toko buku, kami hendak membuat website ini guna menambah wawasan dari masyarkat indonesia dalam memahami lebih baik apa sih kaitan antara teh dengan kesehatan atau bisa disederhanakan menjadi manfaat teh. Teh memang identik dengan minuman kesehatan, maka dari itu akhirnya dengan minum teh maka secara tidak langsung kita sudah mempraktekan gaya hidup sehat.

manfaat teh
Berdasarkan informasi yang saya kumpulkan manfaat daun teh mengandung flavonoid yang juga disebut sebagai polifenol. Nah polifenol ini adalah antioksidan yang mempunyai level kekuatan lebih tinggi dari vitamin C dan vitamin E pada umumnya. Manfaat dari polifenol adalah untuk mencegah radikal bebas dan menghentikan perkembangbiakan sel-sel liar (kanker). Dan yang terpenting untuk mendapatkan manfaat teh yang berkhasiat sebagai antioksidan ini dianjurkan supaya kita menyeduh teh dalam air dengan suhu sekitar 70-80 ^celcius selama 8-12 menit, dan dikonsumsi selagi hangat dan bukan panas.
Sebagai fungsi antioksidan polifenol ini bisa mencegah radikal bebas sehingga bisa mengurangi kerusakan sel sehingga proses penuaan dini dapat dicegah. Oleh sebab itu, manfaat teh yang lainnya adalah disebut sebagai minuman pengulur usia. Dari penelitian terhadap para manula di Belanda didapat bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung (terutama) menurun seiring dengan kebiasaaan mereka menkonsumsi minuman teh. Manfaat teh lainnya adalah dapat menghambat penumpukan plak di arteri sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner, dengan kata lain bahwa para peminum teh mendapat manfaat mempunyai arteri yang lebih muda alias tidak rapuh. Kaitan dari arteri yang rapuh adalah dapat menyebabkan penumpukan kolesterol yang dapat menyumbat pembuluh darah. Manfaat teh sebagai sumber antioksidan memang sama besarnya dengan khasiat anggur merah, yang menjadikan poin plus buat teh adalah kita bisa mendapatkan banyak antioksidan tanpa adanya unsur alkohol.
Untuk konsumsi dari teh yang memadai untuk mendapatkan manfaat teh yang optimal yah sekitar 2 cangkir per hari sudah cukup untuk kita bisa memperoleh kadar positif dari antioksidan. So selamat menjadikan teh sebagai minuman keluarga dan juga merasakan manfaat teh.
Tuesday, January 26th, 2010 at
9:26 pm

Minuman Teh seringkali diasumsikan sebagai minuman yang dapat menyebabkan anemia atau penyakit yang berkaitan dengan kekurangan darah. Teh dianggap mampu menyerap sari makanan dan zat besi yang membentuk sel-sel darah merah. Apa benar demikian? Coba kita lihat.
Hal ini tidak terlepas dari peranan tanin (senyawa kompleks yang merupakan bagian dari polyphenol) yang terdapat dalam kandungan teh. Senyawa ini sering dihubungkan dengan pemberi rasa pada minuman (terutama pada wine) dan teh yang berfungsi sebagai ‘astrigent’. Ketika diseduh, maka muncul aroma yang khas sebagai pembawa dari salah satu sifat dari tanin yang berasal dari katekin serta flavonoid lain yang terdapat pada teh. Ketika menyatu, zat besi yang ada pada sari makanan dan tanin akan membentuk ikatan kompleks yang tidak larut pada sistim pencernaan, akibatnya zat besi tidak mudah diserap dan akan dikeluarkan tubuh dalam bentuk feses (tinja). Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya anemia.
Masalah anemia sebetulnya mbukan masalah sederhana. Anemia seringkali dihubungkan dengan kelainan pada sistem metabolisme tubuh. Dengan kata lain, anemia lebih sering berkaitan dengan orang yang memiliki masalah atau kekurangan nutrisi yang biasa disebut sebagai kelompok iron deficiency anemia (IDA).
Pada saat makan, maka sari-sari makanan akan menjadi sumber zat besi yang berperan dalam membentuk sel darah merah, terutama haemoglobin. Inilah sumbangan terpenting zat besi pada tubuh. Sebagaimana dijelaskan, bahwa bila zat besi bercampur dengan tanin akan membentuk ikatan kompleks yang tidak mudah dicerna. Zat besi kemudian ikut terbuang keluar melalui feses. Bila hal ini berlangsung lama, maka tubuh akan mengalami kekurangan zat besi dan nutrisi. Kondisi inilah yang biasa memicu anemia dan dikategorikan sebagai iron defisiency anemia.
Sumber: Prawoto Indarto, Real Tea Real Health.